Jumat, 05 Februari 2010

Mencari Uang Dari Internet? Bisa!

Sebenarnya judul yang lebih tepat mungkin "Mencari Uang Lewat Internet". Tapi kayaknya kok orang lebih familiar dengan menggunakan kata "dari". Biarlah... Trend internet, facebook, twitter kayaknya masih terus jadi favorit. Bagaimana tidak? Apapun bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas internet ini, harganyapun sudah sangat terjangkau masyarakat luas. Ngga punya komputer? Tinggal pergi ke warnet aja...gampang..

Salah satu daya tarik adalah dengan fasilitas internet banyak orang (termasuk saya he..he...) bisa mendapatkan income tambahan. Sebelumnya udah pernah dibahas siapa-siapa saja yang jago internet dan penghasilannya pun tidak main-main...bisa sampai ribuan dollar! Kuncinya? Kesabaran dan keinginan untuk terus belajar. Alhamdulillah...saya pun mulai sedikit-sedikit kecipratan dollar biarpun masih dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

Apa yang paling cepat menghasilkan uang di bisnis ini? Sebenarnya, tidak ada yang cepat dalam bisnis ini. Ibarat sebuah toko, toko di internet tidak seperti toko pada umumnya dalam dunia nyata (internet khan dunia maya...). Tidak seperti berjualan di pasar, gelar dagangan-ada yang beli-langsung terima uang. Bisnis di internet BUTUH WAKTU.

Yang tercepat menghasilkan uang buat saya adalah Adsense. Cepat dapat dollar tapi ngambilnya lama..he..he.. Maklum harus nunggu sampai $100. Bahkan pernah beberapa bulan nangkring di $14. Yang kedua adalah program Buy Reviews. Buat yang ngga bisa bahasa Inggris, bisa coba pake Paid Review Indonesia Kalo ingin tahu caranya, ntar yah...udah mulai pagi nih...aku sambung lagi besok....salam...
Baca selanjutnya...

Senin, 07 Desember 2009

Hati-hati Menggunakan Wadah Plastik

Info mengenai plastik ini saya temukan dimajalah National Geographic Indonesia Edisi Green Living Guide. Tertarik dengan artikel berjudul Menilik Kode Plastik yang ditulis oleh Danielle Masterson ini. Mengapa? Karena saya sering melihat betapa seringnya orang menggunakan wadah plastik tanpa disadari bahwa kandungan yang ada dalam plastik dapat menjadi bahaya untuk kesehatan.

Wadah plastik merupakan barang paling populer bahkan paling mudah ditemukan. Kemudahan dalam pengolahan plastik serta harga yang murah menjadikan bahan ini banyak diproduksi mengingat pangsa pasar yang luas terhadap produk dari bahan plastik.

Tapi tidak semua plastik dapat digunakan oleh manusia terutama yang menyangkut dengan masalah kesehatan. Ini dikarenakan plastik dibuat dari zat kimia dan yang lebih parah kini banyak produk plastik yang dibuat dari bahan yang didaur ulang. Bagaimana kita menyikapi fenomena ini? Artikel ini mengungkapkan jenis plastik apa saja yang dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali untuk menyimpan makanan, plastik yang hanya boleh digunakan sekali pakai dan berbagai informasi tentang plastik lainnya yang sangat informatif. Lengkapi pengetahuan kita dengan mengenali kode-kode yang dicantumkan dibagian bawah wadah plastik, paling tidak ini dapat menghindarkan kita dari penggunaan wadah plastik yang tidak semestinya.

Jadi tidak ada salahnya bila kita plastik dengan kualitas terbaik untuk menyimpan makanan dan minuman karena yang menjadi taruhannya adalah kesehatan kita sendiri. Satu hal lagi (namun tidak saya temukan di artikel yang ditulis oleh Danielle Masterson ini) mengenai plastik kantong kresek hitam dan kemasan makanan dari PVC. Di Indonesia kantong plastik dan kemasan dari PVC ini masih banyak digunakan untuk menyimpan makanan. Bahayanya? Anda bisa melihat di situs BPOM.
Baca selanjutnya...

Jumat, 04 Desember 2009

Ayo Gali Potensi Kita!

Kali ini saya mau cerita seorang teman saya, yang lebaran lalu happy banget! Kenapa? Dia berhasil mencatat sukses dengan berjualan baju muslim secara online, salah satunya lewat situs jejaring sosial yang sedang trend saat ini, Facebook! Barang yang menjadi andalannya yaitu baju muslim, jilbab, dan berbagai perlengkapan busana muslim lainnya. "Bisa beli ferrari nih", candanya.

Lain lagi dengan seorang kerabat saya yang dua tahun ini mencatat rekor besar penjualannya dari batik. Batik? Lima tahun kebelakang siapa yang peduli dengan batik? Mungkin hanya butik-butik besar yang eksklusif ataupun para orangtua yang masih setia memakai baju batik atau juga batik dipakai hanya pada acara-acara resmi. Tapi sekarang...penjualannya meningkat pesat! Ini bukan karangan saya sendiri, tapi benar-benar nyata! Bukan pula cerita bos-bos besar yang seringkali ditemukan di berbagai majalah bisnis.

Apa yang bisa kita simpulkan disini? Kita tentu sering mendengar "Cari uang sekarang susah...cari kerja sekarang susah..." Mereka yang berkata demikian alangkah sempitnya! Sebenarnya disetiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Teman saya yang sukses berjualan busana muslim diatas bukanlah seorang lulusan desain atau marketing, begitupula dengan rekan saya yang berjualan batik. Mereka bisa sukses karena keuletan dan tekad yang tiada henti. Anda tentu dapat membayangkan sepuluh tahun lalu siapa sih yang membeli baju batik? Sebenarnya, begitu banyak peluang bisnis, ditambah lagi dengan fasilitas internet yang kian murah. Modal materi? Tentu perlu! Tapi itu dapat ditekan seminimal mungkin. Satu hal yang harus kita sadari: Gali Potensi Kita! Apa yang kita suka, asalkan positif dan jujur, kerjakan! Tanpa harus menunggu hari ini atau besok. Rasa malas pasti ada, sesekali hinggap pada diri kita. Tapi seorang internet marketer terkemuka Dini Shanti pernah mengatakan: "Semangat itu harus terus di-charge".

Satu hal lain ketika memulai bisnis, adalah harus Fokus! Begitu banyak pilihan dalam berbisnis tapi kita tidak bisa meraup semuanya. Mengapa tidak bisa? Seperti judul diatas "Gali Potensi Kita". Pahami benar bisnis yang kita jalani, kelebihannya, kekurangannya. Memahami kelebihan tentu dapat menjadi semangat ketika kita memulai bisnis tersebut, memahami kekurangan berarti kita harus dapat menyiapkan diri kita manakala laju usaha menurun.

Berjualan busana muslim ataupun batik seperti contoh diatas bukanlah suatu hal yang mudah, ditengah persaingan ketat, selain pusat-pusat grosir terkemuka ataupun butik-butik eksklusif yang terus bermunculan. Toh, selalu ada peluang bagi siapapun yang ingin menekuninya. Seperti ada ungkapan "Kalau sudah rejeki, nggak akan lari kemana" Jadi...mulailah dari sekarang, "Ayo Gali Potensi Kita!"
Baca selanjutnya...

Jumat, 06 November 2009

Semua Berawal Dari Keluarga

Sticker "Indonesia Strong From Home" saya tempel di pintu kamar. Sekedar mengingatkan, minimal mengingatkan saya sendiri, bahwa segalanya, semuanya, berawal dari keluarga. Sebenarnya sticker itu sudah lama menempel di pintu sudah hampir satu tahun. Tapi tetap ampuh untuk tetap mengingatkan saya.

Didalam buku "Ayah Edy: Mengapa Anak Saya Suka Melawan Dan Susah Diatur?" menurut saya merupakan gambaran umum para orangtua dalam menghadapi anak-anaknya. Buku ini merupakan cermin yang mengingatkan para orangtua, bahwa orangtua dulu juga adalah anak-anak. Pahamilah kesalahan dan ketidaktahuan anak-anak bahwa kita-pun pernah berbuat hal-hal yang tidak menyenangkan bagi orangtua kita.

Iseng-iseng cari di internet akhirnya ketemu juga blog Ayah Edy ini, silakan lihat di: http://ayahkita.blogspot.com/. Bagi yang peduli untuk kepentingan anak-anak, banyak hal yang menarik yang bisa kita dapatkan dari blog ini, mulai dari "Anak Hanyalah Cermin Orangtuanya" hingga artikel mengenai bahaya games dan kartun.

Buat rekan-rekan yang mencintai dunia anak-anak, saya pikir tidak ada salahnya untuk juga kembali berpikir bahwa segala permasalahan yang ada di Indonesia dapat diperbaiki dan itu harus dimulai dari keluarga.
Baca selanjutnya...

Senin, 26 Oktober 2009

Facebook & Twitter

Haduuuh, blog mulai terbengkalai.... Tapi kayaknya bukan saya saja yang begini...(ngeles). Bukannya mau nyalahin siapa-siapa, tapi adanya facebook & twitter membuat saya sedikit berpaling. Konten yang biasanya saya posting di blog, sekarang beralih di facebook.

Facebook memang menjadi fenomenal, yang membuat orang menjadi betah karena dengan facebook & twitter dapat berkomunikasi dengan teman begitu mudahnya. Ber-haha-hihi dengan teman lama, bernostalgia ataupun mencari teman baru sangat mudah, upload foto, video, dll. Pokoknya semua komplet, termasuk berbisnis dengan menggunakan facebook ataupun twitter. Tapi sepertinya di Indonesia kepopuleran facebook lebih kencang bila dibandingkan dengan twitter (walaupun sama-sama merupakan situs pertemanan). Jadi jangan salah bila ada yang mengatakan bahwa facebook membuat orang ketagihan.

Anda belum punya account facebook? Ayo bergabung....tapi sekali lagi hati-hati, nanti bisa ketagihan lho...........
Baca selanjutnya...

Minggu, 23 Agustus 2009

17 Agustus, Nonton Film Merah Putih

17 Agustus telah lewat. Seperti biasa, anakku ikut kegiatan RT/RW, karnaval. Tapi ada yang istimewa baginya pada 17 Agustus kali ini, anakku bisa menonton film "Merah Putih" di bioskop.

Kebetulan aku tidak ikut nonton karena harus menjaga si kecil. Bagi ayah Rafi, film-nya tidak terlalu seru, "Action-nya kurang, lebih banyak ngobrol". Tapi bagi Rafi film perjuangan Indonesia kali ini merupakan film spesial ditengah maraknya film-film horor yang tidak jelas ceritanya (dan sayapun melarang Rafi untuk menonton film-film ini). Saya sebagai ibunya Rafi cukup senang ketika pulang dari bioskop Rafi bercerita banyak tentang film Merah Putih.

Saya cuma berharap kedepannya akan lebih banyak film yang bertemakan Indonesia, tidak hanya film perjuangan tapi juga film lain yang berkualitas yang dapat membuat kagum dan membuat anak-anak lebih mencintai dan lebih menghargai Indonesia.
Baca selanjutnya...

Sabtu, 08 Agustus 2009

Stop Dreaming Start Action

By: Habibie Afsyah

Akan terlalu mewahkah kita ketika kita mengatakan pada semua orang yang kita jumpai tentang stop dreaming start action pada mereka? Saat ini, dan entah sampai kapan, tampaknya di Indonesia, kata-kata itu masih terlalu mewah. Mari kita lihat sejenak tentang pemilu yang baru lalu. Ketika sebelum mulai, betapa banyak dari kita menaruh harapan pada sebuah proses yang indah dan hebat. Akan tetapi, yang tampak di depan mata hanyalah berbagai macam kesalahan dan kekonyolan yang anehnya justru diperagakan oleh orang-orang yang “hebat” di negeri ini.

Stop dreaming stop action sebenarnya sudah dilakukan oleh banyak orang di negeri ini. Betapa banyak orang berjuang untuk menegakkan demokrasi di negeri ini, dan saat itu kita melihat seolah kita bisa menaruh harapan kita pada mereka. Mereka berjuang atas nama rakyat, bergerak lurus membawa kesejahteraan buat semua. Mereka tampak begitu gigih memperjuangkan kemenangan yang mereka janjikan untuk kita semua. Somehow, mereka begitu mempesona saat itu, begitu santun bergerak, ramah dan teduh. Tutur kata halus dan menenangkan. Betul-betul satu karakter yang langka di bangsa ini.

Akan tetapi, ternyata rakyat harus menyaksikan kenorakan mereka ketika sudah berbicara masalah kekuasaan, maka ketika itulah stop dreaming start action menjadi retorika belaka buat mereka, dam rakyat semua. Entah karena demam panggung yang disebabkan karena sebagian dari mereka adalah politisi “muda dan hijau”, atau memang karena panik ketakutan takkan kebagian jatah kekuasaan? Sebagian ribut dengan jargon “oposisi” jika tawaran tak diterima, ujung-ujungnya? Jalan bareng juga akhirnya mereka. Well, itulah wajah politik dan sebagian politisi kita.
Baca selanjutnya...

Sabtu, 11 Juli 2009

Sekolah Yang Ramah Anak. Adakah?

Sebenarnya banyak yang bisa ditulis selama ini....masalah pilpres, meninggalnya Jacko "The King Of Pop", dll. Kelamaan libur ternyata berpengaruh juga...momen itu jadi terlewatkan begitu saja. Ngga apa-apalah...baru-baru ini saya lihat di sebuah majalah bertema ibu dan anak. Judul disebuah artikel menyita perhatian saya. Intinya, "Adakah Sekolah Yang Ramah Untuk Anak?"

Sepertinya pertanyaan seperti itu wajar saja. Ditengah semaraknya bermacam-macam sekolah, mulai dari sekolah gratis, sekolah bertaraf internasional, sekolah terpadu, sekolah alam dll. Memang setiap sekolah punya program sendiri-sendiri. Sekolah negeri misalnya, tidak semua sekolah negeri mempunyai standar yang sama, belum lagi jumlah murid yang seringkali bejibun. Seorang teman saya didaerah sempat kaget karena siswa kelas 1 bisa mencapai 60 anak perkelasnya. Saya tidak dapat membayangkan betapa tidak nyamannya belajar dikelas yang terlalu penuh, jangankan 60 anak, 40 saja sudah terlalu banyak! Sekolah bertaraf internasional? Boleh-boleh saja, namun perlu dipertimbangkan hal lain, kemampuan anak. Janganlah karena kita mampu membayar dengan harga mahal tetapi anak menjadi korban, mengapa? Karena sekolah seerti ini menuntut anak untuk belajar dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi yang tidak semua anak mampu untuk menyerap semua pelajaran yang diberikan dari sekolah.

Jadi bagaimana sekolah yang pas dengan anak kita? Perhatikan kondisi fisik dan psikis anak. Jelas orangtua seharusnya yang lebih mengerti kondisi anak. Memang hampir tidak ada sekolah yang "ideal" yang sesuai dengan kemauan kita, tapi memaksakan kehendak orangtua kepada anak bukanlah sesuatu yang bijaksana. Berikut beberapa yang perlu direnungkan oleh para orangtua dalam memilih sekolah:

  • Sekolah Bukan Penitipan Anak
Walaupun kedua orangtua bekerja, perlu diperhatikan juga bahwa kurang bijaksana menitipkan anak terutama anak usia sekolah dasar dari pagi hari hingga sore hari untuk beraktifitas terus disekolah, dari pukul 8.00 pagi hingga jam 18.00 sore. Hmm....Saya cuma bisa geleng-geleng kepala...Ternyata ada juga sekolah yang seperti begitu........

  • Jumlah Mata Pelajaran yang diberikan
Berapa normalnya jumlah pelajaran yang dapat diberikan kepada anak usia SD? Perlukah pelajaran lain selain bahasa Inggris diberikan kepada anak kelas 1 SD? Salah-salah bukannya si anak yang menjadi pintar, tapi anak menjadi korban kemarahan orangtua karena tidak mampu mengikuti pelajaran yang diberikan dari pihak sekolah. Ujungnya.....anak bisa stress lho......

Jadi, adakah sekolah ramah? Balik lagi ke pertanyaan tadi...jawabannya: ada! Carilah sekolah yang dapat membuat anak happy untuk belajar. Tidak tertekan. Beberapa sekolah yang menganut sistem Montessori dapat dijadikan piihan, sekolah alam, dll. Untuk memperoleh gambaran tidak ada salahnya and mengunjungi sekolah-sekolah tidak hanya ketika sekolah itu sedang mengadakan open house, tetapi juga pada hari-hari biasa ketika berlangsungnya jam-jam belajar. Paling tidak anda akan memperoleh informasi yang berharga mengenai sekolah yang pas dengan kondisi anak anda. Tidak perlu takut anak anda akan ketinggalan karena tidak belajar bahasa Mandarin atau ketinggalan bahasa Inggris karena sekolah tidak menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris, toh sekolah pada dasarnya adalah suatu proses. Proses belajar tidak dapat dipaksakan, biarlah anak memilih sesuai dengan kondisinya.........
Baca selanjutnya...
 

blogger templates | Make Money Online